Kelanjutan drama politik pilpres 2019 akan berlanjut di MK setelah beberapa kekacauan yang terjadi. Paslon nomor urut 02 Prabowo Sandi hadiri sidang perdana MK.

Sebelumnya baik pihak Prabowo-Sandi telah mengajukan banding dan menggugat KPU soal hasil rekapitulasi pilpres 2019 dan sekarang jadwal sidang perdana MK sudah ditetapkan yaitu pada Jumat, 14 Juni 2019.

Terkait hal ini Sandiaga menyampaikan dirinya bersama dengan bapak Prabowo akan hadiri sidang perdana MK tersebut guna menelanjangi kecurangan yang telah dilakukan yang mereka temukan beserta membawa semua alat bukti.

“Saya dan pak Prabowo siap untuk menyampaikan (bukti-bukti kecurangan) pada sidang perdana (MK),” kata Sandiaga saat diwawancarai di Jakarta Selatan, Kamis 30 Mei 2019.

Tidak lupa Sandiaga juga memberikan respon kepada sejumlah pihak yang mengatakan alat dan barang bukti yang dimiliki oleh mereka bersifat lemah karena hanya kumpulan link berita media online.

“Link berita itu sangat relevan dalam konstruksinya. Berita tersebut kan sudah menjadi temuan di masyarakat. Tapi tentunya, akan dilengkapi dengan bukti lanjutan. Nanti tim hukum yang akan melengkapi tambahannya. (Selesai) sebelum acara persidangannya dimulai tanggal 14,” ujarnya.

Sembari menunggu hari sidang pertama nanti dilaksanakan, Sandiaga juga menyampaikan kepada semua pendukungnya agar tetap menjaga ketertiban sesuai dengan koridor hukum, aman dan damai ketika nanti proses sidang berlansung.

Sandi mengutuk semua perlakuan yang menggangu ketertiban umum, kenyamanan masyarakat apalagi sampai menggoyangkan stabilitas nasional Indonesia.

“Kita ingin tahapan ini menjadi tahapan yang dikawal sebagai keinginan kita memperbaiki proses pemilu kita agar lebih menghadirkan keadilan. Kita mohon doa restu dari seluruh masyarakat,” ujarnya.

Prabowo Sandi hadiri sidang MK dengan bukti valid

Tim Hukum Badan Pemenangan Nasional BPN Prabowo-Sandi diwakili oleh Nicolay Apriliando sangat menyakini bukti yang mereka miliki bukan bukti sembarangan murah ataupun abal – abal. Bukti yang dimiliki adalah barang bukti valid dan bisa dipertanggung jawabkan.

Nicolay juga menyebut kalau pihaknya kini tengah mempersiapkan semua alat dan barang bukti yang dimiliki dan sudah mencapai proses final untuk segera dibawa kesidang MK pada tanggal 14 Juni 2019 nanti.

Nico berujar kalau persiapan ini sengaja dilakukan karena saat ini banyak sekali berita miring mengenai barang bukti yang mereka miliki dan persiapan ini supaya pada saat proses persidangan nanti semua bukti bisa dijadikan alat valid yang menyatakan ada kecurangan pada pilpres 2019.

“Jadi kami tidak ingin memberikan alat bukti abal-abal, kami ingin tetap mempertahankan itu semua dengan alat-alat bukti yang valid,” kata Nicolay, saat acara buka puasa bersama di Prabowo-Sandi Media Center, Jalan Sriwijaya I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu, 29 Mei 2019.

“Jadi bukan kami hanya memiliki 51 alat bukti, itu hanya sebagai pengantar untuk sebagai prasyarat kami bisa mendaftar di Mahkamah Konstitusi. Kami punya cukup valid dan cukup banyak. Kami juga bisa membuktikan secara IT forensik terjadinya penggelembungan dan kecurangan. Itu bisa kami buktikan lewat IT forensik. Oleh karena itu kami ingin meminta kepada Mahkamah Konstitusi untuk memerintahkan KPU dilakukan audit forensik terhadap IT KPU juga,” ujarnya.

Apalagi nanti bapak Prabowo Sandi hadiri sidang MK juga, jadi semua akan dipersiapkan dengan baik.

Baca Juga: KPU hadapi 326 gugatan pemilu Prabowo-Sandi di MK

Sumber: VIVA